085882715592 - 081282071271
085882715592 / WA
D225BFC6
Customer service 1

Sejarah Pulau Seribu

sejarah pulau seribu

Sejarah Pulau Seribu Masa Lalu 

pulautidungekowisata.comSejarah Pulau Seribu adalah suatu cerita atau mitos yang disebar luaskan oleh para pendahulu yang dukung oleh fakta dan di yakini kebenarannya. Sejarah Pulau Seribu Masa Lalu dapat dilihat dari nama nama pulau yang disekitarnya.  Letak Giografis berada di selat Sunda ddengan titik koordinat 5°24 – 5°45 LS dan  106°25 – 106°40 BT. Bertebaran mulai dari Teluk Jakarta hingga ke perbatasan Lampung. Pulau yang  luasnya mencapai 1.180,8 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 2.000 jiwa mayoritas beragama Islam dan bekerja sebagai nelayan. Nama Pulau Seribu dikenal sejak jaman kolonial belanda, namun bila dilihat dari nama nama pulau tersimpan cerita mitos yang mengatakan bahwa 108 pulau ini bukanlah bernama Pulau Seribu.

Baca juga : pulau tidung, pulau pramuka, pulau pari, pulau harapan

sejarah pulau seribu masa lalu

Sejarah Pulau Seribu Masa Lalu Kerajaan dan Penjajahan

Sejarah Pulau Seribu Masa Lalu hanya sebagai sebutan untuk pulau pulau yang jumlahnya banyak. Menurut cerita para pendahulu, Pulau Seribu dihuni sekitar tahun 1370-an atau sejak Kesultanan Kutai Kartanegara runtuh. Pada ceritanya dua Panglima atau kapiten yaitu Panglima Darah Putih dan Darah Hitam serta beberapa prajurit mencoba menyelamatkan salah satu putri raja dengan membawa bekal harta secukupnya, mereka berlayar tidak tentu arah. Kemudian terdampar di 108 pulau ini. Agar tidak diketahui keberadaannya mereka memilih pulau yang berada ditengah, pulau ini bernama pulau Putri. Bukti sejarah pulau ini pernah ditempati ada pemandian putri terbuat dari batu tanah liat. Setelah putri mangkat karena sakit, dua panglima membagi tugas untuk menjaga pulau pulau dari musuh.

Sejarah Pulau Seribu Masa Lalu Cerita Mitos

Sejarah Pulau Seribu Masa lalu berdasarkan pembagian tugas tersebut Panglima Darah Hitam menjaga dibagian Selatan menetap di Pulau Tidung (makamnya berada di Pulau Tidung Kecil ). Panglima Darah Putih menjaga wilayah tengah di Pulau Panggang atau Pulau Pramuka ( makamnya berada di Pulau Panggang ) sedangkan para prajurit menjaga diwilayah sebelah utara di Pulau Kelapa atau Pulau Harapan sekaligus menjaga kebun kelapa. Hasil buah kelapa melimpah ruah, hidup berkecukupan sampai akhirnya bajak laut datang dan merampok harta benda mereka. Panglima darah Putih melakukan perlawanan, para bajak laut ditumpas habis, mayat mayat nya di panggang di sebuah karang ( sekarang bernama karang pemanggang ) sejak itulah pulau yang ditempati panglima diberi nama Pulau Panggang. Bangkai bajak laut menjadi santapan burung elang bondol yang banyak hidup di Pulau Elang (sekarang bernama Pulau Pramuka ).

Pada tahun 1679 Pulau Seribu dijadikan penunjang kegiatan pemerintahan VOC, sebagai pulau rumah sakit kusta dan lepra, pulau penjara dan benteng pertahanan. Kehadiran kolonial Belanda menghancurkan bangunan yang didirikan VOC. kemudian dibangun kembali oleh belanda pada tahun 1803. Pulau Bidadari di tahun 1933 sempat dijadikan asrama haji. Masih banyak pulau pulau lain yang terdapat peninggalan sejarah sampai saat ini masih terawat dengan baik. Setelah tahun 1945 sebutan Pulau Seribu semakin dikenal sebagai salah satu kecamatan yang berada didalam kotamadya Jakarta Utara.

Dengan dikeluarkan Peraturan Pemerintah nomor 55 Tahun 2001 Pulau Seribu ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Pulau Seribu terbagi dua kecamatan, yang masuk kekecamatan Kepulauan Seribu Utara yaitu : Pulau Belanda, Bira Besar, Bira Kecil, Bulat, Bundar, Cina, Dua Barat, Dua Timur, Genteng Besar, Genteng Kecil, Gosong Pabelokan, Gosong Rengat, Hantu Barat/Antuk Barat, Hantu Timur/Antuk Timur, Harapan, Jagung, Jukung, Kaliage Besar, Kaliage Kecil, Kelor Timur, Kayu Angin Bira, Kayu Angin Genteng, Kayu Angin Melintang, Kayu Angin Putri, Kelapa, Kelor Barat, Kungsi/Kepala Dua, Kuburan Cina, Laga, Lipan, Macan Besar/Matahari, Macan Kecil, Melinjo, Melintang Besar, Melintang Kecil, Nyamplung, Opak Besar Barat, Opak Besar Timur, Pebelokan, Panjang Besar, Panjang Kecil, Pemagaran, Penyaliran Barat, Penyaliran Timur, Perak, Patetoran Barat/Besar, Patetoran Timur/Kecil, Putri Barat/Besar, Putri Gundul, Putri Tirnur/Kecil, Rengit, Saktu, Sebaru Besar, Sebaru Kecil, Sebira, Semut, Sernut Besar, Sernut Kecil, Sepa Besar/Barat, Sepa Kecil, Petondan Besar/B Pelangi, Petondan Kecil/Timur, Tongkeng, Yu Besar/Yu Barat, Yu Kecil/Yu Timur, Ayer, Karang Beras, Karang Congkak, Karang Bongkok, Karya, Kotok Besar Barat, Kotok Kecil, Opak Kecil, Panggang, Paniki, Pramuka, Sekati, Semak Daun, Air Besar, Air Kecil/Jusi.

Sedangkan yang masuk kekecamatan Kepulauan Seribu Selatan adalah Pulau Bidadari;. Bokor, Cipir, Damar Besar, Darnar Kecil/Wanara, Dapur, Kelor Nesar, Nirwana (Nyamuk Besar), Nyamuk Kecil/Talak, Onrus, Rambut, Ubi Besar, Ubi Kecil, Untung Jawa, Burung, Kalang Kudus, Kongsi, Lancang Kecil, Laki, Tengah, Tidung Kecil, Pari, Biawak, Tikus, Gudus Lempeng, Payung Kecil, Gundul, Lancang Besar, Payung Besar, dan Tidung Besar.

sejarah pulau seribu masa lalu

Sejarah Pulau Seribu

Rp 285.000

Informasi dan Pemesanan :

085882715592 - 081282071271
085882715592 / WA
D225BFC6
Paket Wisata Pulau Tidung Termurah